Senin, 23 Agustus 2010

Brastagi Salah Satu Tempat Wisata Di Sumatera Utara

Bratagi salah satu tempat wisata di sumatera utara yang cukup dikenal selain danau toba dan pulau samosir.
Berastagi merupakan salah kecamatan yang berada di Kabupaten Karo Sumatera Utara dengan ketinggian 1500m dari permukaan lain yang memiliki keindahan alam yang begitu memukau.

Udara yang sejuk dan segar saat pertama kali keluar dari mobil. Walaupun matahari bersinar saat terang namun sepertinya terkalah dengan kesegaran dan keindahan alam. salah tempat yang dapat melihat kota brastagi yaitu di gundaling dimana anda dapat melihat suasana kota brastagi
Jalan menuju brastagi dari medan ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam dengan jalan yang berkelok-kelok dan semakin menanjak. Dikiri kanan jalan anda akan menemukan bentang pepohonan yang hijau dan tak lupa anda dapat melihat segerombal monyet luar dipinggir jalan.

Kalau anda penasaran datang dech sendiri dibrastagi eh hampir lupa kalau anda yang suka makan pecel anda bisa mampir di warung pecel sebelum masuk kekota brastagi yang cukup enak dan banyak dikunjungi 

Ok dech kalau begitu kalau semuanya diceritakan jadinya gak seru lagi

Selasa, 10 Agustus 2010

Monitoring Executive Dan Administrasi Executive

Monitoring Executive :
To implement monitoring activities
- Internal
- External

Administrasi Executive :
To implement administratier works
- Receipt
- Evidence (Bukti)
- Invoice

Buying Executive/ Media Buyer

Buying Executive/ Media Buyer :
Membeli ruang media yang kita bayar
To implement media program
- Buying Process, booking space iklan bagaimana system pembayaran, fasilitas media, materi iklan
- Payment System dan Procedure : print, electronic
- Purchase Order (media order)
Fc = 4 kol 1080mm kol x Rp. 35.000,;
     = Rp. 15.120.000,- x 20%
AFS = 15% (Komisi)
Entertainment Cost = Dana Taktis
F/A = Final Art Work
Media Budget = 85%

Media Selection

Media Selection :
- Print : Newspaper, Magazine, Tabloid, Directory
- Electronic : TV, Radio, Film, Sinema, Internet

Media Strategy

Media Strategy Terdiri dari :
-Media mix, pengabungan dari berbagai jenis media ATL & BTL
- Promotion Mix, activity : Sales promotion, personal selling (penjualan langsung), Publicity (PR), Exhibition, Sponsorship, Seminar
- Marketing Mix : Product, Price, Place of Distribution, Promotion

Basic Organization Chart Media Management

1. Media Department
2. Media Director/ Secretary
- Research Executive, To Conduct Research, Activities
- Planning Executive, Planning Implementation : Objective (Tujuan), Rasionable (Masuk Akal), Strategy, Media Selection (Print, Electronic, Outdoor), Budget-budget system (Detail Media Cost)

Media Periklanan/Advertising Media

Dalam perusahaan periklanan ada tiga manajemen utama yaitu :
1. Account Management : Klien Service (AE)
2. Media Management : Media Planner, Media Buyer
3. Creative Management : Creative Director, Art, Copywriter, Visualizer, Compugrafer, Production

Media Management adalah suatu departemen dalam suatu organisasi perusahaan periklanan yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan media periklanan yang bersifat Above The Line (ATL) saja.

Media : memberikan informasi selengkap mungkin pada khalayak/audience, feedback.

Minggu, 08 Agustus 2010

Bagaimana Menyusun Suatu Media Plan ?

Menyusun media plan :
1. Media Brief
2. Clarification
3. Media Recommendation
Strategic Plan, Media Plan & Schedule : Market, competitor, objectives, strategy
4. Media Boking
5. Evaluation

Sabtu, 07 Agustus 2010

Scheduling Media

Scheduling Media :
- Sangat tergantung pada :
* Seasonality of the product
* Target Audience
* Media Mix
* Sifat kampanye periklanan
- Scheduling options :
* Flighting (8, 4, 8, 6, 8)
* Pulsing (2, 2, 2, 2, 2)
* Continuity (12, 4, 12)

Target Audience/ Sasaran Kelompok

Target Audience/Sasaran Kelompok :
- Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran
- Berdasarkan :
* Demografis : SES, Sex, Profesi, Pendidikan, dan lain-lain
* Geografis : Area urban vs rural, nasional vs lokal
* Psikografis : Gaya hidup, selera, trend, dan lain-lain
- Penting sekali untuk mengetahui dengan jelas siapa target audience kita, sebab inilah salah satu kunci keberhasilan media strategy yang akan digunakan

Bagaimana Mengukur Efektifitas dan Efisiensi Suatu Media ?

Mengukur efektifitas dan efisiensi suatu media dengan cara :
A. Kualitatif
Karakteristik media :
- Visual/audio/audiovisual
- Life span
- Kualitas reproduksi
- Ruang media
- Editorial
- Dan lain-lain

B. Kuantitatif
- Pengukuran berdasarkan data-data kuantitatif yang ada
- Sumber : Research Company ( antara lain : SRI)
- Indikator Pengukuran
* Reach(R) : Jumlah orang yang dapat dicakup oleh suatu media atau media mix dalam suatu periode tertentu. Satuan : persentase atau satuan
* Average Frequency (F) : Berapa kali kesempatan orang untuk melihat iklan anda dalam suatu periode tertentu. Satuan : satuan
* Gross Rating Points (GRP) : Jumlah total reach yang diperoleh dari suatu media atau media mix dalam suatu periode tertentu. Satuan ; persentase  GRP = R X F
* Cost Per Thousand : Jumlah dana yang dikeluarkan untuk mencakup/mengcover 1000 orang target audience. CPM = Cost / Reach

Kelebihan dan Kekurangan Media Billboard

Kelebihan Media Billboard :
- Gambar besar dan menyolok
- Pembatasan geografis mudah
- Impresif
- Data membatasi jangkauan
- Frekuensi sangat tinggi
- Pembuatan materi mudah
- Kontrol mudah

Kekurangan Media Billboard :
- Copy pendek
- Tak bisa serentak
- Pengurusan izin lama
- Biaya relatif mahal
- Harus sering kontrol
- Pirsawan yang sama
- Bisa membosankan
- Lokasi dikota besar sulit
- Tidak ada segmentasi
- Tidak ada standardisasi ukuran

Kelebihan dan Kekurangan Media Radio

Kelebihan Media Radio :
- Jangkauan fleksibel
- Cukup serentak
- Penetrasi kedaerah rural baik
- Penetrasi kalangan bawah/ buta huruf baik
- Realtif sangat murah
- Produksi materi relatif mudah

Kekurangan Media Radio :
- Sulit dikontrol
- Frekuensi harus tinggi
- Untuk daerah luas perlu banyak stasiun
- Segmentasi pendengar sulit
- Tak ada gambar

Kelebihan dan Kekurangan Media Majalah

Kelbihan Media Majalah :
- Mirip surat kabar
- Segmentasi pembaca lebih baik
- Gambar dan warna bagus
- Waktu baca agak lama

Kekurangan Media Majalah :
- Biaya agak mahal
- Produksi agak lama
- Pemasangan tergantung tanggal terbit

Kelebihan dan Kekurangan Media Surat Kabar

Kelebihan Media Surat Kabar :
- Visual kuat
- Jangkauan luas dan relatif cepat
- Ukuran Fleksibel
- Waktu pemasangan terkontrol
- Relatif murah
- Baik untuk copy panjang lebar
- Warna memungkinkan
- Kontrol murah
- Pembuatan materi relatif cepat dan murah

Kekurangan Media Surat Kabar :
- Kurang segmentasi
- Penetrasi daerah rural sulit
- Waktu baca 1 hari
- Geografis tak terkontrol

Kelebihan dan Kekurangan Media Bioskop

Kelebihan media bioskop :
- Hampir sama seperti media Televisi
- Jangkauan geografis terkontrol
- Segmentasi

Kekurangan media bioskop :
- Sangat mahal
- Harus menggunakan banyak bioskop
- Kontrol sulit

Kelebihan dan Kekurangan Media Televisi

Kelebihan Media Televisi :
- Jangakauan sangat luas
- Penayangan seketika
- Gabungan gambar, suara dan warna
- Efek demonstrasi
- Penentuan waktu pentayangan mudah
- Kontrol Mudah

Kekurangan Media Televisi :
- Cepat lewat, frekuensi tinggi
- Relatif mahal
- Tidak ada segmentasi pirsawan
- Keterangan dan pesan harus pendek
- Produksi materi lama dan mahal

Media Mix/Bauran Media

Media mix/bauran media 
- Dalam menentukan suatu strategi, anda dapat menggunakan satu media dan/atau lebih media(media mix). Prinsip yang digunakan adalah prinsip sinergi, dimana 1+1>2

- Pada umumnya anda dapat menentukan suatu media yang menjadi media utama dan media lain sebagai media pendukung

- Untuk itu anda perlu tahu kelebihan dan kekurangan suatu media dan dikaitkan dengan tujuan dan arahan yang telah disetujui.

Media Planning/Perencanaan Media

Definisi Media planning :
Suatu perencanaan pemakaian media secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam suatu budget dan periode tertentu

Key Terms :
- Media : media massa
- Efektif dan efisien : hasil yang optimum dengan usaha yang seminimal mungkin
- Tujuan tertentu : marketing objective(tujuan pemasaran), Advertising objective(tujuan periklanan), Lain-lain
- Budget & periode tertentu : budget yang tersedia dan dalam periode yang telah ditentukan

Jumat, 06 Agustus 2010

Rekomendasi Media dan Sales Promotion Dalam Penyusunan Rencana Periklanan

Rekomendasi Media
1. Key media problem
2. Tujuan media
3. Strategi media
4. Budget media

Rekomendasi Sales Promotion
1. Tujuan sales promotion
- Strategi sales promotion
2. Eksekusi
3. Sales promotion budget

Rekomendasi Periklanan Dalam Penyusunan Rencana Periklanan

Rekomendasi periklanan
1. Tujuan periklanan/komunikasi
- Strategi periklanan
2. Tujuan Kreatif ( Key ad. problem)
- Strategi kreatif ( big idea or concept)
3. Copy Platform
- Promise
- Target audience
- Eksekusi (concept/idea)
- Penampilan keistimewaan produk (product features)

Program Pemasaran Dalam Penyusunan Rencana Periklanan

Program Pemasaran
1. Tujuan Pemasaran
- Unit sales saat ini vs target sales
- Pangsa pasar sekarang vs pangsa pasar yang direncanakan
- Penetrasi pasar saat ini (prosentase seluruh potensi yang mampu dibawa distributor) vs tujuan penetrasi yang direncanakan
2. Strategi pemasaran
Untuk mempertegas tujuan pemasaran, cara atau alat spesifik apa yang dipergunakan, misalnya : meningkatkan sales force, penekanan pada periklanan, perubahan produk, tambahan pekerjaan dsb

Analisa Situasi Dalam Penyusunan Rencana Periklanan

Analisa situasi
(Perlu pemanfaatan : grafik, tabel, curva dan sejenisnya untuk membantu/mempermudah pembaca mencerna)

1. Sejarah Produk (khususnya strategi periklanan yang telah lalu)
- Sejarah perusahaan
- Pertumbuhan pasar
- Sejarah penjualan (sales)
- Sejarah pangsa pasar
- Sejarah harga dan fluktuasi pasar
- Keuntungan Kotor
- Sejarah periklanan (strategu media, tema dsb.)
- Anggaran periklanan yang telah lalu ( 5 tahun terakhir)
- Sejarah personal selling
- Paten, sejarah teknologi produk
- Situasi politik, hukum, peraturan pemerintah yang berpengaruh/berkaitan dengan produk
- Pedoman kreatif, tema promosi saat ini
Sejarah-sejarah di atas bisa dikaitkan dengan sejarah kompetitor apabila memungkinkan

2. Penilaian Produk
- Distribusi
* Saluran distribusi
* Prosentase penetrasi pada outlet
* Wilayah distribusi
* Rata-rata persediaan di retailer
* Lokasi dan posisi produk di outlet
* Bagaimana distributor memperlakukan produk
* Bagaimana product display

* Apakah ada problem stock di pengecer
- Karakter Produk
* Apakah harga bisa diterima
* Bagaimana isi, konstruksi dan kualitas produk
* Apakah kemasannya berguna atau enak/mudah ditenteng
* Apakah design label efektif
* Apakah label bisa menggambarkan produk
* Apakah termasuk pelayanan
* Bagaimana kualitas produk dibanding kompetitor
* Bagaimana kemampuan produk memecahkan problem konsumen
* Keuntungan dan keunikan produk

3. Penilaian Pasar Sasaran (target market)
- Kelompok Sasaran (target audience)
* Profile demografis
* Profesi/jabatan : profesional/technical, manager/administrasi, klerek/sales, foreman, pekerjaan lainnya, tidak bekerja
* Status perkawinan : single, kawin, pisah rumah, cerai
* Suku bangsa
* Pendidikan : SD, SLP, SLA, Diploma/sarjana muda, Sarjana(S1), Master(S2), Doktor(S3)
* Usia : dibawah 12 tahun, 12-17 tahun, 18-24 tahun, 25-34 tahun, 35-44 tahun, 45-54 tahun, 55-64 tahun, 65 tahun ke atas
* Pendapatan : dibawah Rp. 100.000,-; Rp. 101.000,- s/d Rp. 300.000,-; Rp. 301.000,- s/d Rp. 750.000,-; Rp. 751.000,- s/d Rp. 1.500.000,-; Rp. 1.501.000,- s/d Rp. 4.000.000,-; Rp. 4.001.000,- s/d Rp. 10.000.000,-; Diatas Rp. 10.000.000,-
* Jumlah Anak dalam keluarga : 1-5 tahun, 6-8 tahun, 9-11 tahun, 12-14 tahun, 15-17 tahun, 18-24 tahun, 25-30 tahun
* Kelas sosial : E= lower class, D=middle-lower class, C=middle class, B=middle-upper class, A=Upper class
* Tipe Tempat Tinggal : Pedesaan, pinggiran, perkotaan slum area, perkotaan middle area, perkotaan elite area
* Wilayah : provinsi/regional
- Psikografik
* Apakah konsumen menyukai produk
* Termasuk kelompok konservatif, dinamis dsb
* Gaya hidup : mobil, rumah, bacaan, sport, aktifitas sosial
- Analisa tingkah laku konsumen
* Produk yang dikonsumsi, pengaruh lingkungan, tempat pemakaian, cara pemakaian, frekuensi pemakaian, jumlah rata-rata yang dipakai
* Sikap terhadap kualitas produk, harga, kemasan, gaya, reputasi produk
* Kebiasaan pembelian konsumen : tahunan, bulanan, harian, cash, credit, siapa yang beli, apakah pembeli konsumen yang sama
* Awareness terhadap kampanye periklanan saat ini
* Sikap terhadap iklan, Apakah bisa diterima, apakah dipercaya
* Problem konsumen yang bisa dipecahkan oleh produk
* Bagaimana loyalitas konsumen terhadap produk, berapa banyak yang pindah merek
* Siapa prospek terbesar calon konsumen baru, macam apa appeal ad yang mungkin bisa merangsang konsumen untuk mencoba produk

4. Persaingan
- Kekuatan dan Kelemahan Pemasaran
* Jumlah dan tipe saingan
* Saingan terbesar dan pangsa pasarnya
* Saingan terkecil dan pangsa pasarnya
* Pola distribusi dan geografi saingan
* Display produk saingan di retail
* Lokasi produk saingan ditoko
* Sikap distributor terhadap produk saingan
* Apakah kompetitor mendapatkan penempatan display yang lebih baik
* Strategi yang dilakukan saingan, push atau pull
* Apakah saingan memberikan bukti sesuai bukti yang lebih baik
- Persaingan Merek
* Strategi harga
* Isi, konstruksi dan kualitas produk saingan
* Perbandingan kemasan
* Perbandingan label
* Perbandingan layanan
* Perbandingan kualitas
* Apa problem konsumen yang bisa dipecahkan oleh produk saingan
* Keuntungan mayoritas dan kelebihan produk saingan
- Persaingan iklan
* Sejarah periklanan saingan (media, tema kreatif, slogan dsb)
* Budget periklanan saingan yang telah lalu (5 tahun terakhir)
* Brand Awareness produk saingan. Apakah konsumen lebih meyakini tema atau slogan saingan
* Beberapa kelemahan saingan dalam program komunikasi : iklan, personal selling, public relations

Daftar Personal Dalam Penyusunan Rencana Periklanan

Daftar Personal
Berisikan nama perusahaan serta eksekutif yang bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan. :
1. President Director
2. Account Director
3. Creative Director :
- Visualizer
- Copy Writer
4. Research Director
5. Media Director
6. Sales Promotion Director
7. Finance & Administrasi Director

Pedoman Penyusunan Rencana Periklanan

Pedoman penyusunnan rencana periklanan :
1. Daftar Personal.
2. Analisa Situasi
3. Program Pemasaran
4. Rekomendasi Periklanan
5. Rekomendasi Media
6. Rekomendasi Sales Promotion
7. Rekapitulasi Budget
8. Penilaian Metode Keseluruhan

Kamis, 05 Agustus 2010

A Model Of The Promotional Planning Process

Review of marketing plan : Examination of overall marketing plan and objectives

Situation Analysis :
Internal Analysis
Ability of the firm to implement promotional program
Organization of the promotional department
Corporate and brand image analysis
Results of previous promotional programs
Product evaluation
External Analysis
Consumer analysis
Competitive analysis
Assessment of environmental factors

Communications Objectives :
Establishment of communications goals and objectives

Budget Determination :
Set tentative budget
Allocation of tentative budget

Develop promotional mix strategies :
Advetising:
Set advertising objectives
Determine advertising budget
Develop message strategy
Develop media strategy
Sales promotions :
Set sales promotion objectives
Determination of sales promotions budget
Development of sales promotions strategies
Public Relations/ Publicity :
Set PR/Publicity objectives
Determine PR/Publicity budget
Develop PR/Publicity functions
Personal Selling :
Set personal selling objectives
Determine personal selling budget
Develop selling roles and responsibilities

Implementation of promotional program :
Create and produce ads
Purchase media time, space and so on
Develop and distribute sales promotional material
Develop news releases, arrange fund raising events and so on

Monitor, evaluate, and control the promotional program :
Evaluation of promotional program for results/effectiveness
Take measures to control and adjust promotional strategy

Siaran Pers BI : Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Sumber Data

Biro Hubungan Masyarakat
Tanggal3-08-2010 Hits2431

Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id

Lampiran


No. 12/ 38 /PSHM/Humas
Sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional menghadapi tantangan ke depan berupa integrasi perekonomian regional, saat ini Bank Indonesia tengah melakukan kajian mengenai penyederhanaan dan penyetaraan nilai Rupiah atau biasa disebut redenominasi.
Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya. Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nolnya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang). Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.
"Redenominasi sama sekali tidak merugikan masyarakat karena berbeda dengan sanering atau pemotongan uang. Dalam redenominasi nilai uang terhadap barang (daya beli) tidak akan berubah, yang terjadi hanya penyederhanaan dalam nilai nominalnya berupa penghilangan beberapa digit angka nol", demikian tegas Pjs. Gubernur BI, Darmin Nasution.
Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai hal yang saat ini tengah dikaji sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan di saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, stabilitas perekonomian terjaga dan ada jaminan terhadap stabilitas harga serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.
Bank Indonesia belum akan menerapkan redenominasi dalam waktu dekat ini karena Bank Indonesia menyadari bahwa redenominasi membutuhkan komitmen nasional serta waktu dan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu, dalam tahapan riset mengenai redonominasi ini, Bank Indonesia akan secara aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mencari masukan. Hasil kajian yang dilakukan BI akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar dapat menjadi komitmen nasional.
Jakarta, 3 Agustus 2010
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat
Dyah N.K. Makhijani
Direktur

Rabu, 04 Agustus 2010

Contoh Pengembangan Strategi Ramu Promosi

Contoh pengembangan strategi ramu promosi sebagai berikut :

Beberapa tahun yang lalu sebuah perusahaan kopi yang besar memutuskan untuk memperkenalkan jenis kopi instant yang kering beku ke konsumen penyedia jasa makanan, seperti : hotel, restoran, rumah sakit dan sekolah-sekolah. Jenis kopi instant ini dikenal mempunyai dampak yang luas di pasar dengan rasa yang hebat. Hal ini akan dimanfaatkan pada segmentasi pasar penyedia makanan tersebut. Rencana promosi meliputi seluruh unsur ramu promosi yang ada seperti di bawah ini.

Tujuan Komunikasi :
Menciptakan kesadaran (awareness) dan perhatian (interest) terhadap kopi instant bebas cafein, ke seluruh negara bagian timur, selama 1 semester.

Strategi Ramu Promosi :
- Advertising :
Tujuan : Menciptakan kesadaran dan perhatian pada 80% agen-agen penjualan dan konsumen penyedia jasa makanan
Anggaran : $ 1.1 juta
Strategi pesan : Penyajian produk melalui iklan 1 halaman penuh yang memfokuskan pada kehebatan rasa kopi instant tersebut.
Strategi media : Satu pemunculan iklan tiap bulan pada setiap penerbitan yang khusus menjangkau penyedia jasa makanan.
- Sales Promotion :
Tujuan : Mendukung program periklanan dengan membantu menciptakan kesadaran dan perhatian terhadap produk kopi instant di antara agen penjualan dan penyedia jasa makanan.
Anggaran : $ 1 juta
Strategi : Distribusi despenser produk dan materi pelengkap promosi pendukung, seperti : tenda, meja, sticker menu. Promosi potongan harga dipakai untuk mendorong penyedia jasa makanan ikut mencoba memasarkan produk.
- Publicity :
Tujuan : Membuat penyedia jasa makanan sadar akan produk melalui publisitas atau public relations, yang ditujukan pada pasar sasaran tersebut. Membangkitkan publisitas yang baik pada dokter-dokter, ahli diet, serta para purchase influencers lainnya.
Anggaran : Tidak ditentukan
Strategi : Press release, dan laporan/jurnal tentang manfaat pada kesehatan.
- Personal Selling
Tujuan : Memperkenalkan dan mendemonstrasikan manfaat produk baru ini, ke seluruh sasaran (agen penjualan dan penyedia jasa makanan) di negara bagian timur sampai dengan akhir semester.
Anggaran : $ 3 juta
Strategi : Kunjungan penjualan oleh sales force perusahaan, dengan tujuan untuk memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat serta membagikan sample dan promotion material

Artikel Terpopuler