Jumat, 16 Desember 2016

Fenomena Masjid Dhirar

Copas

FENOMENA MASJID DHIRAR

Berada di Masjid Quba di Kota Madinah ini,

Mengingatkan saya kepada sosok mulia Kekasih Allah Rasulullah Shalallahu 'Alayhi wa Sallam..

Sekaligus juga mengingatkan saya kepada berita HEBOH di Indonesia ;

tentang berdirinya sebuah YAYASAN ,  yang konon ....

Katanya  Yayasan ini PEDULI untuk membantu PESANTREN PESANTREN di seluruh Indonesia.

Dan yayasan ini  didirikan oleh seorang non Muslim

Lho ?

Apa hubungan Masjid Quba Yang dibangun MANUSIA MULIA Rasulullah Shalallahu 'alayhi wa Sallam ,

Dengan Yayasan yang PEDULI PESANTREN  namun dibangun oleh seorang non muslim ?

Secara langsung , memang tidak ada hubungan !

Namun, jika membuka sejarah terkait MASJID QUBA di kota Madinah,

MAKA...
sebagai muslim , Kita wajib mengambil PELAJARAN
terkait Hikmah apa

Dari  SEJARAH  masjid Quba dan yang ada kaitan erat dengan Masjid Quba ini ?

Apalagi, dari sana nantinya  kita  akan tahu, bahwa Allah menurunkan Surat AtTaubah ayat  107, 108 dan 109 berkaitan erat dengan Masjid Quba dan pernak perniknya

👇👇👇
Begini cerita singkatnya ,

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali  dibangun oleh Rasulullah SAW  pada masa 15 abad yang lalu ketika beliau baru hijrah ke Kota Madinah

Atau

Tepatnya pada tanggal 8 Rabiul Awal 1 Hijriyah .

👉 Sejak dibangun 15 abad yang lalu  hingga hari ini,
Masjid Quba  telah mengalami beberapa kali renovasi , hingga akhirnya masjid tersebut mengalami perluasan , dan sampai hari ini setelah berusia 15 abad, masjid Quba dapat menampung jamaah  sekitar 20 ribu orang

( silakan lihat foto terlampir Masjid Quba terkini setelah 15 abad dibangun   )

Dalam Alquran , di Surat AtTaubah ayat 108 ,
Allah menjelaskan bahwa Masjid Quba dibangun atas dasar Ketaqwaan kepada Allah  dan didirikan oleh Nabi Allah yang mulia ,  Rasulullah Saw ,

"... Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
(QS. At-Taubah: Ayat 108)

Sementara ...

Selang tidak berapa lama,
Setelah masjid Quba’ berdiri dan menjadi pusat kegiatan umat Islam  di Kota Madinah.

Dibangunlah Masjid Tandingan yamg letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Quba ,

Nama masjid tandingan tersebut adalah MASJID DHIRAR .

Masjid Dhirar ini dibangun oleh orang orang Munafik atas prakarsa seorang kafir Nasrani bernama Abu Amir Ar Rahib.

Abu Amir mendapat suntikan  dana besar dari kerajaan Romawi kala itu,

sehingga masjid yang mereka bangun lebih megah dan bagus dibanding masjid Quba yang sederhana.

Setelah masjid Dhirar berdiri, orang orang Munafik mendatangi Rasulullah saw dan menjelaskan tujuan mereka membangun masjid Dhirar  adalah untuk membantu orang orang lemah dan orang sakit atau orang tua yang tidak mampu datang ke Masjid Quba untuk tetap dapat ibadah dengan adanya masjid tersebut.

Mereka juga  mengundang Rasulullah saw untuk dapat  hadir shalat di masjid Dhirar .

Mendengar alasan mereka seperti itu,
awalnya Rasulullah saw akan memenuhi undangan mereka setelah pulang dari peperangan Tabuk.

Namun dalam perjalanan pulang dari peperangan, sebelum Rasulullah saw bermaksud memenuhi undangan  untuk shalat di Masjid Dhirar,

Allah  membocorkan  TIPU DAYA dan MAKSUD BUSUK  orang Kafir  dan kaum Munafik yang telah membangun Masjid Dhirar tersebut , dengan turunnya surat At Taubah ayat 108  :

"Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu  selama-lamanya.
( Maksudnya Masjid Dhirar yang dibangun oleh orang kafir dan orang Munafik )

Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya.
Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
(QS. At-Taubah: Ayat 108)

Allah melukiskan MOTIVASI BUSUK dibalik pembangunan masjid Dhirar tersebut didalam firman-Nya QS. At-Taubah : 107

Begitu Mengetahui siasat buruk orang-orang munafik seperti dalam ayat 107 tsb,
Rasulullah akhirnya memerintahkan para sahabat untuk meruntuhkan masjid tersebut.

Kemudian Lokasi bangunan masjid Dhirar dijadikan tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang.

Demikian akhir dari masjid yang didirikan atas dasar
* kemunafikan
* dan niat yang tidak baik,
* niat untuk memecah belah umat Islam,
* melakukan propaganda-propaganda yang memicu permusuhan di antara sesama muslim

👉 KESIMPULAN :

Dari sejarah Masjid Quba dan Masjid Dhirar sampai kepada SEBAB turunnya ayat 107, 108 dan 109 dari  surat AtTaubah ,

Para Ulama ahli Tafsir dan Shirah sepakat bahwa ayat tersebut berlaku tidak saja bagi Rasulullah saw dan para sahabat di masa itu,

Tetapi ayat dan peringatan Allah tersebut berlaku sepanjang masa bagi seluruh umat  Islam agar tidak mudah terkecoh dengan FENOMENA MASJID DHIRAR ;

Entah itu berupa berdirinya Masjid ,
LEMBAGA PENDIDIKAN,
LEMBAGA SOSIAL,

Atau apapun
yang berkaitan dengan AQIDAH umat Islam dan disana ada CAMPUR TANGAN bantuan kaum KAFIR ,

Maka umat Islam tidak boleh mengabaikan PERINGATAN ALLAH dalam Alquran.

Sehingga umat Islam hendaknya waspada terhadap  FENOMENA MASJID DHIRAR "

Hendaknya umat islam  hanya PERCAYA dan mentaati  para ULama shalih dalam hal ini MUI yang patut kita ikuti , bukan orang yang mengaku ngaku ulama namun bekerjasama dengan kaum kafir dalam membangun basis AQIDAH umat ( baca : Pendidikan, lembaga Sosial  dan sejenisnya )

Termasuk , dalam memilihkan SEKOLAH , PESANTREN ,  BEASISWA,  dan sejenis itu
untuk anak anak kita ,

sebaiknya jangan mudah tergiur dengan megahnya fasilitas dan iming iming uang yang besar ,

Terutama jika Pesantren atau Lembaga Pendidikan tersebut ber afiliasi kepada komunitas Kaum kafir atau PENDUKUNG kaum kafir, maka buka kembali Alquran kita,

Bahwa disana Allah yang memperingatkan kepada kita untuk waspada dan menghindari berada disana ,
Agar AQIDAH anak kita  SELAMAT.

Wallahu a'lam..

*Ud Titus,
Madinah , 11 Rabiul Awal 1438 H/
Bertepatan dengan 10 Desember 2016 ,
Ditulis  selepas   ziarah ke Masjid Quba, masjid Qiblatain, Bukit Uhud  dll

Wallahu a'lam..

*Silakan di share agar menjadi Reminder
Bagi sesama muslim karena banyak
Yang belum  tahu akan isi AtTaubah: 107-109 dan
Sejarah Masjid yang dibangun atas dasar taqwa maupun sebaliknya.

Jumat, 09 Desember 2016

Kisah Nyata Menggugah Jiwa

* KISAH NYATA MENGGUGAH JIWA*

Ini tulisan Ary Ginanjar Agustian
(Renungan Kisah Nyata)

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ. Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang. Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu. Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan, tutur katanya lembut namun tegas. Dari penampilannya yg menarik tsb, saya jadi penasaran, apa kira2 isi khotbahnya.

Ternyata betul dugaan saya! Isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan. Banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)., bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”.

Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kpd isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yg pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umarpun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Subhanallah... Sampai di sini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

Dan semua, dengan alasan sibuk urusan dunia...!  Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini, seperti firman Allah SWT dalam

Q.S. Al-Anam ayat 32:
*_”Dan tiadalah kehidupan DUNIA ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh KAMPUNG AKHIRAT itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”..._*

Astagfirullah... Innallaaha ghofururrohim, hamba mohon ampunan kepada Allah.Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Silahkan dishare juga kpd keluarga atau sahabat kita sbg amal ibadah kita.
Semoga bermanfaat

Artikel Terpopuler