Selasa, 26 April 2016

Tangis Kartini Mulyadi

Mari dengarkan Tangis Kartini Mulyadi ini

JUJURKAH AHOK
BERHASILKAH AHOK BERPRESTASIKAH AHOK

Terkait Kasus Sumber Waras Kartini Muljadi Kembalikan Kerugian Negara 355 Miliar ,Sisanya Tanya Ahok..!!!

Setelah Ketua Yayasan Rumah Sakit Sumber Waras Mengembalikan 355 Miliar kini publik menanyakan dimana sisanya..?

POLITIK - Ketika Ketua Yayasan RS Sumber Waras, Kartini Muljadi menyanyi sambil menangis di hari Kartini, Bumi pun ikut menangis membanjiri Jakarta. Banyak hal yang sesuai dengan ramalan banyak orang, yang membuat Ahok terkubur di genangan banjir masalah dinamika kota Jakarta!

Hal-hal yang akan membuat Ahok hanyut dan terkubur dihantam oleh Banjir Masalah Jakarta, adalah:

1. Kasus Reklamasi dan kasus Sumber Waras, dengan ancaman status tersangka!

2. Aturan baru KPU perihal verifikasi KTP untuk calon Independen, yang membuat Ahok frustrasi?

3. Penghentian reklamasi, yang akan membuat marah para pengembang, karena sudah mengeluarkan dana, baik untuk Ahok maupun untuk investasi.

4. Ketika Ahok semakin sesumbar akan kejujurannya, justru Ketua Yayasan Sumber Waras, Kartini Mulyadi, mengembalikan separuh lebih dari kerugian negara, Rp 355 M. Dan menyisakan pertanyaan: Sisa uang Rp400 milyar ada di tangan siapa?

5. Ketika Kartini Mulyadi menangis dengan masalah RSSW yang ditimpakan oleh Ahok kepadanya, di saat yang sama bumi pun akhirnya menumpahkan air mata membanjiri Jakarta, di mana-mana!

5 hal tersebut adalah buah dari Kesombongan dan Arogansi Ahok yang menyebabkan kemarahan semua pihak. Namun yang lebih mendasar lagi adalah karakter Ahok yg suka menonjolkan tabiat kurang ajarnya!

Jauh dari nilai-nilai adab dan kesopanan, apalagi untuk ukuran seorang pemimpin! Tak puas di situ, secara arogan dia merasa sebagai TUHAN penguasa semesta, semua orang dilawan dan harus tunduk padanya!

Ternyata buah dari kesombongan itu akhirnya sangat menyakitkan, ketika seorang Kartini menangis, mengembalikan uang negara Rp355 milyar pada hari Kartini: “Sisanya Rp400 milyar tanya Ahok!”

Ahok seperti tak sadar, bahwa rakyat DKI tak pernah memilihnya untuk menjadi Gubernur!

Ahok! Sisa uang Rp400 milyar buat kemana dimana utk siapa saja ….?

Sumber : Repelita
CNC News Foxs News etc
Share##AYO LAWAN AHOK!!!

Kamis, 10 Maret 2016

Dibaca Dulu Yuk

DIBACA DULU YUK !

Isilah titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing ...mohon tdk membaca kebawah sebelum soal dijawab ya... mari kita perhatikan:

1. Allah menciptakan tertawa dan ..........
2. Allah itu mematikan dan .............
3. Allah menciptakan laki-laki dan ...........
4. Allah memberikan kekayaan dan ..........

Sekarang mari kita bahas. Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab:
1. ....dan Menangis
2. ...dan Menghidupkan
3. ...... dan Perempuan

Tapi bagaimana dengan no.4 ...? Apakah jawabannya Kemiskinan ...?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut:
Jawaban no 1:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An-Najm: 43)

Jawaban no 2:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan." (QS. An-Najm: 44)

Jawaban no 3:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. " (QS. An-Najm: 45)

Jawaban no 4:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." (QS. An-Najm: 48)

Ternyata jawaban kita yg benar hanya pada no. 1-3 ... sedangkan jawaban untuk no. 4 keliru dan kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Subhanallah..
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi Kekayaan dan Kecukupan kepada hamba-Nya.

Ternyata yang "menciptakan" Kemiskinan adalah diri kita sendiri.
Kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.
Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel Terpopuler