Tampilkan postingan dengan label SITAC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SITAC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2014

Lika Liku Project Di Batam

Tepat 9 Mei 2014 meeting project Sitac dari PT. Menara Kutilang Paksi Mas dicapai kata sepakat dengan besoknya tim sudah harus berada di wilayah kota Batam, Tanggal 10 Mei 2014 tepat jam 12 siang saya mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, langsung melakukan koordinasi dengan koordinator project dari PT. Protelindo Bapak Yoga. Dalam komunikasi by mobile itu disepakati untuk langsung ke lokasi lokasi yang telah ditentukan.

Untuk mencapai lokasi sudah barang tentu harus memiliki kendara dan akhir diputuskan untuk rental kendara roda empat yaitu Grand Levina automatic, Setelah selesai dan menghantar pemilik mobil saya langsung ke lokasi lokasi yang akan dikerjakan dan membuat laporan sementara kondisi lokasi yang akan diakuisisi.

Senin, 12 Desember 2011

Proses Penggalian Pondasi Tower Protelindo Di Desa Allejjang

Proses Penggalian untuk pondasi tower didesa Allejjang Kecamatan Barru Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Pengalian pondasi untuk membangun tower milik PT. Protelindo Tbk untuk digunakan multi operator yang pada saat pembangunan dilaksanakan merupakan pesanan dari operator PT. Telkomsel Tbk.

Lokasi ini diberi nama yaitu Ajjellang ini terjadi dikarenakan pada saat submit mungkin terjadi salah pengetikan.

Tower yang dibangun dengan ketinggian 72m sebelum dibangun telah dilakukan pengurusan perizinan mulai dari sosialisasi warga sampai penerbitan IMB Tower dari Pelayanan Terpadu Kabupaten Barru.

Setelah perizinan terpenuhi semuanya barulah dimulai pengalian pondasi seperti yang ada dalam photo tersebut.

Proses pengalian menggunakan warga setempat sampai proses pengecoran pondasi yang di koordinasi dari ahli yang didrop dari pusat sebagai koordinator.

Selain koordinator terdapat juga pengawas yang melakukan pengecakan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi standard yang ditentukan setelah sesuai barulah dilakukan pengecoran pondasi.

Proses pembebasan lahan sampai dengan diterbitkannya IMB tower dilakukan tim yang disebut tim pembebasan lahan kalau bahasa keren Site Acquisition (SITAC).

Bila anda membutuhkan tim Sitac dapat menghubungi Eko Trisna  Hp. 0815 167 3384 atau email : ekotrisna@gmail.com

Minggu, 12 September 2010

Sulit Mengakuisisi Lahan Untuk Pembangunan Menara Handphone

Sulit mengakuisisi lahan untuk Pembangunan Menara Handphone.
Tahun belakang ini untuk mengakuisisi lahan untuk Pembangunan Menara Handphone sangatlah sulit ini disebabkan banyak faktor.
Faktor-faktor tersebut selain dari masyarakat disekitar lahan yang akan diakuisisi juga peraturan penda yang satu dengan yang lain juga berbeda-beda.

Faktor yang disebabkan oleh masyarakat sering kali disusupi oleh kepentingan sekelompok organisasi atau terkadang alasan penolakan untuk pendirian menara handphone tidak beralasan yang jelas sehingga tim akuisisi mendapatkan kesulitan untuk menyelesaikannya dan akhirnya memutuskan untuk membatalkan pembangunan dilokasi tersebut.

Alasan kesehatan dan kontruksi yang runtuh merupakan alasan klasik yang sering dijadikan alasan untuk menolak pendirian menara padahal yang sebenarnya mereka yang menolak hanya iri dan menginginkankan uang.

Selain masalah yang ada dimasyarakatkan sekitar lahan yang diakuisisi peraturan pemerintah juga menjadi biang keladinya. Peraturan pemerintah pusat mungkin telah memberikan izin dan mengingin percepatan pembangunan telekomunikasi dengan cepat tetapi di pemerintah daerah tidak demikian. Hal ini sangat kontras sekali bahkan dibeberapa daerah izin untuk mendirikan pembangunan menara handphone (IMB) tidak dikeluarkan oleh Penda setempat.

Ironis sekali hal-hal tersebut menjadi ladang uang bagi sekelompok orang/organisasi untuk mendapatkan uang dan tak ayal lagi opnum pemerintah juga bermain untuk mendapatkan keuntungan dari situasi ini.

Situasi seperti ini telah mengakibatkan banyak perusahaan yang gulung tikar dan banyak karyawan yang kembali menganngur karena lowongan pekerjaan ini (SITAC) semakin sedikit.

Karena Biaya untuk mengakuisisi lahan untuk membangun menara handphone semakin tinggi dan harga yang diberikan dari operator/vendor tetap maka banyak perusahaan yang tidak bersedia untuk melakukan tugas pekerjaan seperti ini.

Dan akibat yang lebih patal yaitu pembangunan sarana telekomunikasi menjadi terhambat dan kualitas telekomunikasi kita juga semakin menurun.

Apabila kondisi ini tidak dibenahkan oleh pemerintah dengan sendiri telekomunikasi kita akan ketinggalan jauh dengan negara dan biaya telekomunikasi pun mahal yang dirugikan ujung-ujungnya adalah pelanggan.

Hal ini sudah terjadi dan terus terjadi tapi sampai saat ini pemerintah belum mengambil langkah-langkah untuk mengatasi maslah ini.

Semoga dengan tulisan ini menjadi renungan pemerintah dan semua yang memiliki kepentingan memahami dan mencari solusinya sehingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak terhambat karena alasana klasik dan alasan yang tidak beralasan.

Artikel Terpopuler