Kamis, 05 Agustus 2010

Siaran Pers BI : Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Sumber Data

Biro Hubungan Masyarakat
Tanggal3-08-2010 Hits2431

Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id

Lampiran


No. 12/ 38 /PSHM/Humas
Sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional menghadapi tantangan ke depan berupa integrasi perekonomian regional, saat ini Bank Indonesia tengah melakukan kajian mengenai penyederhanaan dan penyetaraan nilai Rupiah atau biasa disebut redenominasi.
Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya. Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nolnya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang). Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.
"Redenominasi sama sekali tidak merugikan masyarakat karena berbeda dengan sanering atau pemotongan uang. Dalam redenominasi nilai uang terhadap barang (daya beli) tidak akan berubah, yang terjadi hanya penyederhanaan dalam nilai nominalnya berupa penghilangan beberapa digit angka nol", demikian tegas Pjs. Gubernur BI, Darmin Nasution.
Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai hal yang saat ini tengah dikaji sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan di saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, stabilitas perekonomian terjaga dan ada jaminan terhadap stabilitas harga serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.
Bank Indonesia belum akan menerapkan redenominasi dalam waktu dekat ini karena Bank Indonesia menyadari bahwa redenominasi membutuhkan komitmen nasional serta waktu dan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu, dalam tahapan riset mengenai redonominasi ini, Bank Indonesia akan secara aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mencari masukan. Hasil kajian yang dilakukan BI akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar dapat menjadi komitmen nasional.
Jakarta, 3 Agustus 2010
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat
Dyah N.K. Makhijani
Direktur

Rabu, 04 Agustus 2010

Contoh Pengembangan Strategi Ramu Promosi

Contoh pengembangan strategi ramu promosi sebagai berikut :

Beberapa tahun yang lalu sebuah perusahaan kopi yang besar memutuskan untuk memperkenalkan jenis kopi instant yang kering beku ke konsumen penyedia jasa makanan, seperti : hotel, restoran, rumah sakit dan sekolah-sekolah. Jenis kopi instant ini dikenal mempunyai dampak yang luas di pasar dengan rasa yang hebat. Hal ini akan dimanfaatkan pada segmentasi pasar penyedia makanan tersebut. Rencana promosi meliputi seluruh unsur ramu promosi yang ada seperti di bawah ini.

Tujuan Komunikasi :
Menciptakan kesadaran (awareness) dan perhatian (interest) terhadap kopi instant bebas cafein, ke seluruh negara bagian timur, selama 1 semester.

Strategi Ramu Promosi :
- Advertising :
Tujuan : Menciptakan kesadaran dan perhatian pada 80% agen-agen penjualan dan konsumen penyedia jasa makanan
Anggaran : $ 1.1 juta
Strategi pesan : Penyajian produk melalui iklan 1 halaman penuh yang memfokuskan pada kehebatan rasa kopi instant tersebut.
Strategi media : Satu pemunculan iklan tiap bulan pada setiap penerbitan yang khusus menjangkau penyedia jasa makanan.
- Sales Promotion :
Tujuan : Mendukung program periklanan dengan membantu menciptakan kesadaran dan perhatian terhadap produk kopi instant di antara agen penjualan dan penyedia jasa makanan.
Anggaran : $ 1 juta
Strategi : Distribusi despenser produk dan materi pelengkap promosi pendukung, seperti : tenda, meja, sticker menu. Promosi potongan harga dipakai untuk mendorong penyedia jasa makanan ikut mencoba memasarkan produk.
- Publicity :
Tujuan : Membuat penyedia jasa makanan sadar akan produk melalui publisitas atau public relations, yang ditujukan pada pasar sasaran tersebut. Membangkitkan publisitas yang baik pada dokter-dokter, ahli diet, serta para purchase influencers lainnya.
Anggaran : Tidak ditentukan
Strategi : Press release, dan laporan/jurnal tentang manfaat pada kesehatan.
- Personal Selling
Tujuan : Memperkenalkan dan mendemonstrasikan manfaat produk baru ini, ke seluruh sasaran (agen penjualan dan penyedia jasa makanan) di negara bagian timur sampai dengan akhir semester.
Anggaran : $ 3 juta
Strategi : Kunjungan penjualan oleh sales force perusahaan, dengan tujuan untuk memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat serta membagikan sample dan promotion material

Artikel Terpopuler