Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pemasaran Terpadu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pemasaran Terpadu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 November 2012

Efek Komunikasi Atas Penggunaan Media Komunikasi


Efek komunikasi dipengaruhi oleh daya tarik yang dihasilkan dari durasi pesan visual dan materi pesan. Efek dari komunikasi atas penggunaan media massa, media kelompok, maupun personal bervariatif. Media kelompok dan media personal cenderung menunjukkan efek langsung dan dapat dengan mudah diukur. Sedangkan pada penggunaan media massa, efak komunikasi bersifat tidak langsung dan sulit diukur, karena bisa saja terjadi penundaan dari khalayak. Pada umumnya hal itu terjadi karena khalayak membutuhkan pengulangan informasi, di mana informasi sebelumnya dibatasi oleh ruang dan waktu.

Jumat, 28 Januari 2011

Analisa Posisi

Inilah tahap perencanaan dimanakah kita perlu?. Pada saat mempersiapkan rencana, kita perlu menempatkan posisi merek kita di setiap negara, pasar dan sektor yang sesuai.

Dalam mempelajari setiap aspek kampanye promosi kita harus selalu sadar akan posisi merek secara keseluruhan; ini merupakan lem yang akan merekatkan keterpaduan bersam-sama. Namun, kampanye promosi individual-meskipun untuk satu buah merek masing-masing akan memiliki tugas khusus yang harus dilaksanakan. Masing-masing memiliki tujuan-tujuannya sendiri yang jelas.

Apabila kampanye-kampanye promosi tertentu ditujukan untuk menutup pengeluaran modal, tujuan-tujuan kampanye tersebut harus dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan pemasaran dan usaha yang relevan. Di setiap sektor pasar atau wilayah geografis yang berbeda., mereka harus mencerminkan posisi merek yang unik. Mungkin saja dapat terjadi sebuah perusahan atau merek yang sangat berpengaruh di pasaran dalam negeri tidak dikenal di tempat lain. Kegiatan komunikasi perlu sensitif terhadap keadaan -keadaan tersebut. Persaingan juga akan berbeda-beda; ada pesaing yanmg mungkin berpengaruh di Eropa tetapi lemah di daerah Asi Pasifik.

Tujuan sebuah perusahaan dapat berupa peningkatan penjualan mobil rover seri 800 sebesar 12 persen dalam tahun anggaran yang akan datang. Pada perusahaan uang demikian canggih, tujuan itu sendiri akan didukung dengan sebuah strategi yang pasti, untuk disampaikan melalui sasaran-sasaran pemasaran. Dalam strategi tersebut dapat ditentukan berapa persen setiap model akan memberikan sumbangan pada seluruh penghasilan perusahaan, pasar yang mana yang akan mereka masuki dan apakah ada kegiatan musiman di pasar tersebut.

Spesialis komunikasi perlu mempelajari setiap pasar sasaran dan posisi merek di sana. Rover bermain serious di pasaran Inggris komunikasi mereka meliputi pembentukan model yang lebih disukai, sembari menahan angan-angan yang tinggi mengenai merek tersebut. Di negara seperti jepang, yang pasarnya mungkin kurang mengenai Rover, tugasnya mungkin membentuk positioning yang tinggi bagi merek. Kita perlu mengetahui dengan jelas di mana posisi merek atau merek-merek kita dalam setiap sektor atau pasar. Kita perlu memahami keadaan persaingan di daerah-daerah tersebut.

Dengan pengetahuan tersebut kita dapat mengidentifikasi apakah kita dalam posisi sebagai pendatang baru, penguasa celah pasar yang kecil, atau pemain utama. Dapat kita katakan pakah kita sedang memburu pangsa pasar yang lebih besar secara agresif atau sedang mempertahankan pangsa pasar yang telah ada. Kita mengetahui apakah kita sedangmemcari pembeli lagi atau baru memcoba. Denagn kata lain, kita dapat mengetahui peranan yang harus kita ambil untuk memenuhi tujuan usaha. Peranan tersebut merupakan dasar bagi tujuan komunikasi.

Namun, untuk dapat melaksanakan tugas seefektif mungkin, kita perlu maju terus. Kita perlu mengetahui hal-hal yang menyebabkan para pesaing kita berhasil di pasar-pasar tersebut. Kita harus memahami positioning mereka dalam benak para konsumen dan nilai apa yang disajikan oleh merek atau merek-merek mereka. Hal ini jelas memerlukan riset yang ketat atas merek-merek tersebut, seketat riset yang akan kita tetapkan untuk memahami merek kita sendiri.

Solusi Keuangan Anda

Kamis, 27 Januari 2011

Parameter-Parameter Kampanye Promosi

Pembatasan-pembatasan yang kita hadapi dalam kampanye promosi tertentu harus kita ketahui dengan jelas.

Penentuan kelompok sasaran akan memberi kita beberapa petunjuk. Ia harus mengindentifikasi kategori atau kategori-kategori konsumen yang ingin kita jangkau; ia harus mengindentifikasi dalam kampanye promosi antarusaha industri-industri dan pihak-pihak yang akan kita pengaruhi.

Namun, mungkin akan ada pembatasan-pembatasan selanjutnya. Untuk wilayah geografis yang mana kampanye tersebut ditujukan? Apakah untuk daerah setempat, seluruh wilayah negara, wilayah negara-negara yang tergabung dalam blok seperti ASEAN atau masyarakat Eropa atau sungguh-sungguh berhadapan dengan pasar global? Kita perlu mengetahui apakah ada urutan prioritas di setiap wilayah tersebut, apakah ada bagian tertentu dari kelompok sasaran kita yang sulit dimasuki. AKan lebih penting lagi kalau kita menyaring kegiatan-kegiatan kita sesuai dengan sumber daya yang tersedia.

Apakah telah terbukti adanya kecenderungan musiman di pasar salah satu atau seluruh wilayah ini? KIta harus terbiasa pada berbagai macam cara penjualan dalam suatu tahun atau jangka waktu tertentu dan pada tingkat fluktuasi dalam jenis-jenis penjualan tersebut. Dengan demikian kita akan mengetahui apakah kita memerlukan periode kegiatan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Masalah ini dengan mudah dapat digambarkan melalui perbandingan, misalnya pasar untuk kartu ucapan tahun baru dengan yang selamat datang di rumah anda yang baru. Kartu yang pertama memiliki musim jual yang pasti dan jangka waktu yang pendek. Kegiatan promosi pada saat yang salah sungguh-sungguh tidak akan ada artinya. Kartu kedua hanya berlaku musiman dalam pindah rumah tetapi setiap saat, sepanjang tahun selalu ada kegiatan pindah rumah di pasar sehingga tingkat kegiatan promosi yang rendah dapat memenuhi kebutuhan.

Di setiap perusahaan juga ada kegiatan sebagai acara tetap yang juga harus diperhitungkan dalam perencanaan kita. Apabila para analis pasar modal yang menjadi kelompok sasaran, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan merupakan acara tetap. Dalam kampanye penerimaan pegawai, akhir tahun pendidikan sekolah atau perguruan tinggi adalah pilihan yang utama. Hampir disetiap perusahaan ada kegiatan-kegiatan seperti peluncuran produk-produk baru, pembukaan pabrik-pabrik atau toko-toko penyalur, konferensi promosi tahunan, pameran industri-industri besar, dan sebagainya, yang semuanya harus diperhitungkan. Mereka juga dapat dianggap sebagai parameter-parameter untuk kampanye promosi, tentu saja sebagi unsur-unsurnya.

Semua informasi tersebut mempersempit fokus sasaran kita selanjutnya, sehingga secara meyakinkan dapat mengarahkan sumber daya komunikasi kita yang sangat terbatas kepada segmen-segmen pasar yang memberikan pengetahuan kepada kita mengenai ruang lingkup kelompok sasaran kita dan dengan menggunakan data yang ada di dalam perusahaan dan sumber-sumber publikasi ( seperti statistik asosiasi perdagangan dan lembaga pemerintah ) kita dapat menentukan ukuran dan lokasi kelompok sasaran tersebut. Setelah kita melengkapi pemahaman kita dengan pengetahuan mengenai pola belanja musiman dan saluran saluran distribusi produk-produk kita, kita dapat menyusun sebuah jadwal kegiatan untuk mencapai keefektifan yang optimum. Jadwal ini mencerminkan tidak hanya saat yang terbaik untuk penjualan kepada konsumen akhir tetapi juga yang ideal untuk menjual kepada para penyalur dan pengecer.

Solusi Keuangan Anda

Kelompok-Kelompok Sasaran Kunci

Sekali lagi, kita terjun kembali ke dalam pemahaman kita mengenai pasar sebagai batu loncatan pemikiran kita. Unsur-unsur untuk memulai proses perencanaan harus benar-benar kita kuasai.

Siapa yang dapat membantu atau menghambat kita dalam mencapai tujuan-tujuan usaha dan pemasaran tersebut ?

Dalam menyusun kampanye, kita juga memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai orang-orang yang terlibat, sikap mereka, dan aspirasi serta peran yang mereka jalankan dalam pengambilan keputusan mengenai produk, pelayanan, atau merek. Di bawah ini disajikan uraian mengenai kelompok sasaran untuk medium periklanan baru yang diluncurkan dalam tahun 1994 :

Kelompok sasaran kita terbagi dalam dua bagian, yaitu para perencana media di agen-agen (pada umumnya periklanan) dan para petugas pemasaran senior perusahaan-perusahaan yang menjadi pelanggan.

Para perencana media di agen-agen tersebut adalah mereka yang bekerja pada agen-agen yang termasuk dalam 100 besar yang mewakili mayoritas media yang potensial. Mereka memiliki naluri yang relatif kreatif tetapi semua juga menyadari akan menyusutnya jumlah mereka secara signifikan sebagai akibat adanya resesi. Hal ini mengakibatkan mereka merasa konservatif dan tidak berkemauan untuk mengambil risiko sebagaimana mereka ketahui semakin berkurangnya anggaran klien yang digunakan di luar media utama yang telah terbukti.

Para petugas pemasaran perusahaan-perusahaan pelanggan setidak-tidaknya juga telah menerima pukulan-pukulan yang serupa dan cenderung merasa konservatif pula.
Akan tetapi, kedua kelompok sasaran merasa frustasi atas pembatasan-pembatasan yang memang perlu dilaksanakan dalam rangka melawan resesi dan sensitif pada sesuatu yang baru dan menarik yang mungkin mempercerah suatu kesuraman.

Disini yang dijadikan fokus utama haruslah para perencana media karena hasil konversi mereka akan dapat meraih sejumlah konsumen dan memberikan pengaruh utama atas keputusan para konsumen tersebut. Namun kita perlu mempengaruhi para petugas pemasaran perusahaan pelanggan agar terbuka dan menerima proposal kita serta menguji medium yang baru ini. Mereka akan menjadi pengambil keputusan terakhir.

Itulah sinopsis dari suatu uraian yang jauh lebih panjang tetapi sudah memuat unsur-unsur pokok. Ia menjelaskan kepada kita mengenai tugas dan kondisi pasar. Ia memberitahukan kepada kita bagaimana sikap kelompok sasaran yang sedang terjadi. Ia mengidentifikasi peranan masing-masing bagian kelompok sasaran dalam menentukan keputusan.

Tingkat pengambilan keputusan akan jauh berbeda, tergantung pada jenis produk atau pelayanan yang terlibat. Umumnya, jumlah orang yang mengambil keputusan akan meningkat apabila, menurut pertimbangan mereka, nilai yang akan mereka beli naik. Jadi, keputusan seorang anak kecil untuk membeli sebuah coklat dari berbagai macam cokelat yang ada, dengan uang yang ia miliki, akan melibatkan anak itu sendiri. Namun, membeli sebuah mobil keluarga mungkin akan melibatkan seluruh anggota keluarga. Di sisi lain, keputusan untuk menerima sebuah kontrak pembangunan sebuah jembatan atau pusat tenaga listrik dapat melibatkan banyak orang, yang seluruhnya dapat mempengaruhi peluang pemasok untuk berhasil.

Tentu saja, ada beberapa kekecualian : barang-barang yang dibeli oleh para bujangan pada saat mereka berlibur, hampir pasti merupakan keputusan orang per orang, di samping melibatkan sejumlah uang yang relatif besar.

Kita harus memahami dinamika yang terlibat dalam keputusan. Dalam pembelian barang untuk keperluan keluarga pun tidak ada pola yang baku. Silahkan memahami dua contoh yang khas ini : satu set sistem hi-fi dan sebuah kulkas. Keputusan untuk membeli kedua barang tersebut mungkin diambil bersama oleh suami istri. Namun masing-masing akan memiliki perasaan yang berbeda dalam setiap kasus.

Untuk sistem hi-fi, kedua pihak akan memperhatikan mutu suara. Selanjutnya si istri mungkin akan lebih tertarik pada estetika barang tersebut, apakah cocok dan serasi untuk ruang keluarga mereka. Si suami akan cenderung untuk memperhatikan soal teknik sebagaimana yang dijanjikan dalam iklannya. Rasa ketertarikan akan teknik juga akan terlihat dalam pembelian sebuah kulkas. Namun biasanya si istri yang akan benar-benar memperhatikan segi kepraktisannya apakah akan sesuai dengan pola belanja atau masaknya, seberapa banyak makanan yang dapat disimpan. Namun, ada pula produk-produk dengan kategori-katogori tertentu yang proses pemilihannya tidak terpengaruhi oleh jenis kelamin.

Perubahan-perubahan dalam pasar eceran dan kerumitan proses pengambilan keputusan dalam memilih bidang usaha memaksa kita untuk benar-benar memahami pola pembelian di pasar dalam pemasaran apa pun yang kita geluti. Tanpa pengetahuan yang demikian, walaupun yakin kita tidak akan dapat menentukan pesan-pesan yang harus kita sampaikan

Tujuan Tujuan Usaha Dan Pemasaran

Tujuan usaha biasanya secara murni menyangkut keuangan, misalnya :
* Untuk memperoleh pendapatan atas modal yang ditanamkan sebesar X persen
* Untuk meningkatkan perputaran uang menjadi fx dan laba menjadi fy selama periode tertentu
Untuk membatasi biaya karyawan menjadi x persen dari perputaran uang.

Angka-angka tersebut biasanya merupakan hasil penghitungan berdasarkan rasio-rasio pokok yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha dan mengukur kinerjanya. Tujuan-tujuan pemasaran harus lebih menekankan pada bagaimana angka-angka ini dapat tercapai misalnya :
* Untuk meningkatkan penjualan merek x sebesar y persen di pasar tertentu
* Untuk membentuk saluran distribusi alternatif yang dapat memberikan sebesar y persen sampai dengan akhir periode tertentu
* Untuk meningkatkan pangsa pasar merek y sebesar x persen dalam periode yang sama

Berdasarkan sifatnya, tujuan-tujuan pemasaran dan usaha adalah sangat khusus, dpat diukur, dan dibatasi oleh waktu merupakan ciri-ciri tujuan yang lebih nyata daripada hanya sekadar sasaran yang samar-samar.

Apabila tujuan-tujuan dan makna dibelakang mereka tidak kita pahami, hampir tidak mungkin kita dapat menghasilkan komunikasi yang efektif untuk mendukung tujuan-tujuan tersebut. Hal ini jelas-jelas merupakan keharusan tetapi, tragisnya banyak bagian pemasaran yang masih jauh terlepas dari proses perencanaan pusat dan akhirnya hanya memperoleh pemberitahuan yang sangat lemah mengenai rencana kerja perusahaan tersebut.

Solusi Keuangan Anda

Membentuk Kampanye Promosi Individual

Setelah seluruh struktur siap, kita dapat memulai melangkah maju ke dalam perencanaan kampanye promosi secara individual.

Diagram menyajikan pendekatan yang dapat kita tetapkan. Proses dimulai dengan menentukan tujuan pemasaran atau usaha dan kelompok sasaran yang harus kita tuju. Parameter-parameter kampanye promosi tersebut bersifat khusus dengan prioritas pada industri-industri tertentu, negara-negara tertentu, dan sebagainya. Kita mempelajari situasi yang sedang berlangsung, kemudian menentukan tujuan-tujuan komunikasi yang tepat. Akhirnya kita memutuskan strategi dan rencana yang taktis untuk mencapainya.

Solusi Keuangan Anda

Artikel Terpopuler